OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa diseluruh Indonesia
Tema Pusako merupakan Tema atau Theme Premium resmi Aplikasi OpenSID. Layout dan design perpaduan modern dan minimalis. Responsive terhadap semua jenis layar. Memiliki 12 pilihan warna primer. Dilengkapi fitur-fitur bawaan dari OpenSID serta fitur tambahan sebagai pendukung
Pelaksanaan Asestment Kader Posyandu ILP di Desa Dabulon
Meta Deskripsi: Pelaksanaan Asestment Kader Posyandu ILP di Desa Dabulon pada 23 September 2025 melibatkan Tim Nakes Puskesmas Mansalong, bertujuan meningkatkan kapasitas kader menuju Posyandu Mandiri yang berkualitas.
Desa Dabulon, 23 September 2025; Pemerintah Desa Dabulon bersama Tim Kesehatan Puskesmas Mansalong menyelenggarakan kegiatan Asestment Kader Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Dabulon, Selasa (23/9/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kapasitas kader Posyandu menuju Posyandu Mandiri yang lebih berkualitas.
Apa Itu Asestment Posyandu ILP?
Asestment Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan proses evaluasi yang dilakukan untuk menilai kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar. Penilaian ini tidak hanya bersifat administrasi, tetapi juga menguji pemahaman kader dalam mengelola kegiatan Posyandu, mulai dari pelayanan ibu hamil, bayi, balita, hingga aspek gizi masyarakat.
Fungsi dan Tujuan Asestment
Fungsi utama asestment adalah memetakan kompetensi kader Posyandu serta mengukur sejauh mana kualitas layanan Posyandu dapat berjalan sesuai standar. Tujuan dari kegiatan ini adalah:
Meningkatkan kapasitas kader agar mampu bekerja secara mandiri dan profesional.
Menjamin kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama di tingkat desa.
Menyiapkan Posyandu Mandiri yang berdaya saing dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Sasaran dan Dampak bagi Kader Posyandu Mandiri
Sasaran utama kegiatan ini adalah seluruh kader Posyandu Desa Dabulon. Dengan mengikuti asestment, para kader mendapatkan umpan balik mengenai kekuatan dan kelemahan mereka dalam menjalankan tugas. Dampaknya, Posyandu di Desa Dabulon diharapkan lebih mandiri, akuntabel, dan mampu mendukung program kesehatan nasional di tingkat desa.
Tim Penguji dan Narasumber
Asestment kali ini melibatkan tim penguji dari tenaga kesehatan berpengalaman, yaitu:
Wardjiniyanti, A.Md, Kep.
Diana Manurung, A.Md, Kep.
Adnan Amrie, SKM.
Sriwati, A.Md, Kep.
Azizah Susiliana, AMG.
Maslia, A.Md, KL.
Dorisawathy, SKM.
Kehadiran para penguji ini menjamin bahwa proses penilaian berlangsung objektif, transparan, dan sesuai standar pelayanan kesehatan masyarakat.
Dukungan Pemerintah Desa
Kaur Perencanaan Desa Dabulon, Yutang, turut hadir dalam kegiatan ini untuk memfasilitasi serta melakukan pemantauan jalannya asestment. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung peningkatan kapasitas kader Posyandu.
Sementara itu, Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, meski berhalangan hadir karena menghadiri Rapat Koordinasi Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang dipusatkan di Mako Polsek Lumbis, tetap memberikan pernyataan dukungan.
“Pemerintah Desa Dabulon menaruh perhatian besar terhadap penguatan kapasitas kader Posyandu. Kegiatan asestment ini adalah langkah strategis agar Posyandu kita semakin mandiri, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Anuar Sadat melalui pesan singkatnya.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan asestment ini, diharapkan lahir kader Posyandu yang berdaya saing tinggi dan mampu berinovasi dalam mendukung program kesehatan desa. Posyandu Mandiri Desa Dabulon juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Lumbis dalam membangun kemandirian dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Slamet Riyadi
28 Juli 2025 20:27:50
Semoga kita bisa kerjasama bu. ...