OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa diseluruh Indonesia
Tema Pusako merupakan Tema atau Theme Premium resmi Aplikasi OpenSID. Layout dan design perpaduan modern dan minimalis. Responsive terhadap semua jenis layar. Memiliki 12 pilihan warna primer. Dilengkapi fitur-fitur bawaan dari OpenSID serta fitur tambahan sebagai pendukung
Jejak Tradisi Desa Dabulon: Perjalanan dari Masa ke Masa
Meta Deskripsi:Menelusuri jejak sejarah dan perkembangan Desa Dabulon dari masa ke masa melalui kisah adat, budaya, dan transformasi sosial masyarakat yang tetap menjaga nilai leluhur di tengah arus modernisasi.
Di balik hijaunya rimbun hutan Kalimantan dan tenangnya aliran sungai Sembakung, berdiri satu desa yang menyimpan kekayaan tradisi dan sejarah: Desa Dabulon. Terletak di Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, desa ini bukan sekadar kumpulan rumah atau jalur administratif, melainkan sebuah ruang hidup yang menampung jejak peradaban lokal, nilai-nilai kearifan adat dan budaya, serta semangat gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurut penuturan para tetua desa Yaki Yamakad dan Yaki Silongon semasa Hidupnya , asal usul Desa Dabulon erat kaitannya dengan perpindahan suku-suku Dayak Tenggelan yang dulu mendiami wilayah aliran sembakung. Kata "Dabulon" sendiri kalimat Dabulon di ambil dari sebuah limbu yang berputar – putar di sungai yang terdapat pada daerah tempat tinggal masyarakat Kampung Dabulon yang disebut dalam bahasa Dayak Tenggalan (Luwot Lutokon Jabulin) atau Liuk Dabulon dan dipercaya berasal dari istilah lokal yang menggambarkan wilayah berkumpulnya air atau tempat menetap sementara dalam perjalanan berpindah. Wilayah ini lambat laun menjadi pemukiman tetap karena letaknya yang strategis dan subur.
Dahulu, rumah-rumah panggung beratap rumbia berdiri berjajar, dikelilingi hutan lebat dan kebun-kebun rotan dan padi lading serta tanaman ubi singkong yang menjadi sumber karbohidrat masyarakat kala itu. Setiap keluarga hidup dalam sistem adat, dipimpin oleh kepala adat dan dibimbing oleh nilai luhur seperti “Antimung” (musyawarah) dan “Tenguyun” (tolong menolong).
Salah satu jejak tradisi yang hingga kini masih lestari adalah upacara adat syukuran panen atau bepadi. Masyarakat akan berkumpul di balai adat sambil mengenakan pakaian tradisional, memainkan alat musik gong, serta menari tajau sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur,
Selain itu, dikenal pula ritual penyambutan tamu adat, di mana tamu penting akan disambut dengan tarian khas. Ini menunjukkan nilai penghormatan terhadap orang luar dan bukti keramahan yang sudah turun-temurun.
Tak kalah penting adalah bahasa ibu yang masih digunakan dalam percakapan harian, terutama di kalangan orang tua, sebagai benteng identitas di tengah arus bahasa nasional dan teknologi.
Memasuki awal tahun 2021 hingga tahun 2025, Desa Dabulon mulai mengalami perubahan. Masuknya jalan darat, pembangunan fasilitas pendidikan dasar, serta program pembangunan Desa melalui Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa. Rumah-rumah mulai beralih ke bentuk semi permanen, anak-anak mulai menempuh pendidikan di luar desa, dan hubungan sosial kemasyarakatan mulai mencair dan menjadi lebih inklusif.
Di tahun 2021, jejak modernisasi semakin tampak. Desa Dabulon kini memiliki website resmi, aktif di media sosial, dan memanfaatkan teknologi digital untuk administrasi, informasi publik, hingga promosi potensi desa. Namun di balik kemajuan itu, semangat adat tetap menjadi fondasi.
Meski masyarakat semakin terpapar teknologi dan budaya luar, tradisi di Desa Dabulon terus dijaga. Tantangannya adalah bagaimana menyeimbangkan antara kemajuan pembangunan dengan pelestarian nilai adat. Salah satu tantangan nyata adalah mulai langkanya generasi muda yang menguasai bahasa dan tarian tradisional.
Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat pun berupaya aktif, seperti menghidupkan kembali sanggar budaya, mengadakan pelatihan kesenian tradisional, serta mendokumentasikan adat dalam bentuk digital agar bisa dikenang lintas generasi.
Anuar Sadat, Kepala Desa Dabulon, dalam beberapa kesempatan menyampaikan:
"Kami sadar, desa ini tidak akan ada artinya tanpa mengenal jati dirinya. Maka pembangunan fisik harus disertai dengan pembangunan karakter dan pelestarian nilai-nilai leluhur. Tradisi bukan penghalang kemajuan, justru itu kekayaan kita."
“Jejak Tradisi Desa Dabulon” adalah kisah tentang keberanian menjaga akar sambil menumbuhkan cabang. Ia bukan hanya cerita masa lalu, melainkan napas masa kini yang menuntun arah ke depan. Tradisi adalah identitas, dan selama itu dijaga, Desa Dabulon akan tetap kuat di tengah zaman yang terus berubah.
Slamet Riyadi
28 Juli 2025 20:27:50
Semoga kita bisa kerjasama bu. ...