OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa diseluruh Indonesia
Tema Pusako merupakan Tema atau Theme Premium resmi Aplikasi OpenSID. Layout dan design perpaduan modern dan minimalis. Responsive terhadap semua jenis layar. Memiliki 12 pilihan warna primer. Dilengkapi fitur-fitur bawaan dari OpenSID serta fitur tambahan sebagai pendukung
Dabulon Menyala, Semangat Baru Membangun dari Pinggiran
Meta Deskripsi:Dabulon Menyala menggambarkan kebangkitan Desa Dabulon, Kabupaten Nunukan, sebagai pelopor pembangunan dari wilayah perbatasan melalui inovasi digital, kolaborasi lintas sektor, dan semangat gotong royong menuju desa maju dan mandiri.
Oleh: Tim Jurnal Desa
Dabulon, Nunukan; Di tengah lanskap perbatasan yang seringkali dipandang sebagai kawasan terluar dan tertinggal, Desa Dabulon di Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tampil dengan wajah berbeda. Mengusung semangat baru dan energi kolaboratif, desa ini memantik gerakan pembangunan dari pinggiran, menjadikannya contoh nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Justru dari batas negeri, Dabulon menyala, Senin ( 14/07/2025 ).
Terletak jauh dari pusat kabupaten, Dabulon menyimpan kisah panjang keterisolasian. Akses menuju desa ini menempuh kombinasi jalur darat dan sungai selama lebih dari lima jam. Namun dalam beberapa tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Anuar Sadat, Dabulon perlahan bertransformasi menjadi desa yang aktif, progresif, dan inklusif.
Program-program inovatif terus digulirkan, dari penguatan layanan administrasi kependudukan, pengelolaan website desa sebagai sarana keterbukaan informasi publik, hingga pemanfaatan Dana Desa untuk pengembangan pertanian, peternakan, dan kesehatan masyarakat.
"Kami sadar bahwa pembangunan tidak boleh hanya dinikmati kota. Pinggiran harus bersuara. Dabulon harus menyala," ungkap Anuar Sadat dalam salah satu pernyataannya saat menyampaikan laporan Benchmarking Study di China pada awal tahun.
Salah satu langkah progresif yang ditempuh Dabulon adalah kolaborasi aktif lintas sektor. Desa ini menggandeng pihak swasta, seperti PT Gema Alam Lestari untuk membuka lahan pemukiman baru seluas 2 hektare, memberikan harapan bagi generasi muda desa untuk memiliki tempat tinggal layak, serta memberikan kontribusi ekonomi dengan tetap menjunjung keberlanjutan lingkungan.
Dari sisi digitalisasi, Dabulon telah mengoptimalkan Sistem Informasi Desa dan mendorong pengelolaan website desa sebagai media inklusi digital. Penggunaan aplikasi SIMSA dan Coretak DJP juga menjadi bagian dari upaya desa dalam menghadirkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Tak hanya urusan fisik dan birokrasi, Dabulon juga menaruh perhatian pada ketahanan pangan dan pelestarian budaya. Melalui kerja sama dengan BUMDes, pemerintah desa mengelola program ketahanan pangan berbasis lokal. Kegiatan PKK dan pemberdayaan perempuan turut menyokong peran keluarga dalam pembangunan berkelanjutan.
Setiap kegiatan di Dabulon selalu menghadirkan keterlibatan komunitas. Mulai dari lomba-lomba lokal, pelatihan RAB untuk aparat desa, hingga pendampingan pasien ke rumah sakit di luar daerah. Semua ini membuktikan bahwa pembangunan bukan hanya soal proyek, tetapi soal rasa, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Semangat “Dabulon Menyala” bukan jargon semata. Ini adalah gerakan nyata dari sebuah desa di perbatasan untuk bersuara, bertindak, dan membuktikan bahwa pusat tidak selalu harus menjadi pelita. Dengan partisipasi masyarakat, dukungan kebijakan, dan keberanian untuk berubah, Dabulon telah menjadi titik api pembangunan di wilayah paling utara Kalimantan.
Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah pusat untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Dabulon, dengan segala keterbatasannya, telah mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita itu.
“Kami tidak ingin jadi penonton di tanah sendiri. Kami ingin menciptakan sejarah kecil dari desa kami, untuk Indonesia,” ujar Anuar Sadat menutup sesi wawancara dengan Contributor Sriwidadi saat acara koordinasi desa perbatasan.
“Dabulon Menyala” bukan hanya simbol kebangkitan satu desa, tetapi narasi kolektif dari desa-desa pinggiran yang tak mau tertinggal oleh zaman. Dari perbatasan, suara pembangunan bergema. Dan dari Dabulon, kita belajar bahwa pembangunan sejati dimulai dari keberanian untuk berubah dan komitmen untuk bersatu.
Slamet Riyadi
28 Juli 2025 20:27:50
Semoga kita bisa kerjasama bu. ...