Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Mengusung Tema Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Mengusung Tema Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya
Meta Deskripsi: "Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 mengusung tema 'Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya'. Meski Desa Dabulon tidak menggelar kegiatan khusus, Kepala Desa Dabulon Anuar Sadat menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat desa."
Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober merupakan momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Peringatan ini lahir sebagai refleksi atas peristiwa kelam G30S/PKI tahun 1965, yang menegaskan kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa yang tidak tergantikan.
Peringatan tahun 2025 ini mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Tema tersebut menekankan bahwa Pancasila tetap menjadi landasan persatuan bangsa di tengah keragaman dan dinamika global yang terus berkembang.
Pelaksanaan peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki dasar hukum yang jelas, di antaranya: Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 153 Tahun 1967 yang Menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila, Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1968 yang Mengatur tata cara pelaksanaan peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tahunnya di seluruh Indonesia.
Dengan dasar hukum tersebut, peringatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki kekuatan formal sebagai wujud komitmen bangsa dalam menjaga Pancasila.
Meskipun Desa Dabulon tidak melaksanakan kegiatan khusus memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, menegaskan bahwa makna peringatan tersebut tetap dihayati oleh seluruh perangkat desa maupun masyarakat.
“Walaupun di Desa Dabulon tidak dilaksanakan kegiatan upacara, tetapi semangat Hari Kesaktian Pancasila harus tetap kita maknai. Pancasila adalah perekat bangsa, termasuk di desa kami yang memiliki keberagaman latar belakang masyarakat,” ujar Anuar Sadat.
Ia juga menambahkan bahwa peringatan ini seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat desa untuk menjaga persatuan dan memperkuat gotong royong.
“Desa akan maju kalau masyarakatnya bersatu. Gotong royong adalah nilai yang sejalan dengan Pancasila. Itu sebabnya, semangat Pancasila harus kita hadirkan dalam kerja-kerja pembangunan desa,” tegasnya.
Tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya” juga memiliki relevansi bagi desa-desa seperti Dabulon. Nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi untuk membangun kehidupan desa yang rukun, adil, dan sejahtera.
- Sebagai Perekat Bangsa – Pancasila menumbuhkan toleransi antarwarga desa dengan latar budaya berbeda.
- Sebagai Panduan Hidup – Masyarakat dapat mengamalkan nilai musyawarah, keadilan sosial, dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
- Menuju Indonesia Raya – Desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional, sehingga nilai Pancasila menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Kepala Desa Anuar Sadat berharap peringatan ini tidak hanya menjadi seremonial di tingkat nasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat desa untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.
“Kami ingin masyarakat Dabulon memahami bahwa Pancasila bukan hanya untuk diperingati setiap 1 Oktober, melainkan untuk dihidupi setiap hari. Dengan begitu, desa ini bisa menjadi bagian dari Indonesia Raya yang kita cita-citakan bersama,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 adalah momentum refleksi bagi seluruh bangsa Indonesia. Meskipun Desa Dabulon tidak melaksanakan kegiatan khusus, nilai dan semangat Pancasila tetap menjadi perekat kehidupan masyarakat desa.
Dengan mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, peringatan ini meneguhkan komitmen bahwa hanya dengan berpegang teguh pada Pancasila, bangsa Indonesia dapat terus bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Slamet Riyadi
28 Juli 2025 20:27:50
Semoga kita bisa kerjasama bu. ...