LEGENDA DANAU TOBA
Di sebuah desa kecil di Sumatra Utara, hiduplah seorang pemuda bernama Toba. Ia adalah seorang petani dan nelayan yang rajin serta baik hati, tetapi hidupnya penuh kesendirian. Setiap hari, ia menggarap sawah dan menangkap ikan di sungai yang jernih.
Suatu hari, saat sedang memancing di sungai, Toba mendapatkan seekor ikan yang sangat indah. Sisiknya berkilauan seperti emas, dan matanya bersinar penuh kehidupan.
Toba: "Wah! Aku belum pernah melihat ikan seindah ini seumur hidupku! Aku akan membawanya pulang dan memasaknya."
Namun, saat hendak memotong ikan itu, tiba-tiba terjadi keajaiban. Ikan tersebut berbicara.
Ikan: "Toba! Jangan bunuh aku! Aku bukan ikan biasa. Jika kau menyelamatkanku, aku akan membalas budi baikmu."
Toba terkejut, tetapi rasa ingin tahunya lebih besar daripada rasa takutnya.
Toba: "Apa? Kau bisa bicara? Siapa sebenarnya dirimu?"
Ikan: "Aku adalah seorang putri dari kahyangan yang dikutuk menjadi ikan. Jika kau berjanji tidak akan memberitahu siapa pun tentang siapa diriku, aku akan berubah kembali menjadi manusia dan menjadi istrimu."
Toba pun mengangguk setuju. Seketika, cahaya terang menyelimuti ikan itu, dan berubah menjadi seorang wanita cantik dengan rambut panjang berkilauan.
Toba: "Luar biasa! Kau sungguh jelita! Aku bersumpah akan merahasiakan asal-usulmu."
Toba dan wanita itu akhirnya menikah dan hidup bahagia. Beberapa tahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang tampan bernama Samosir. Namun, Samosir tumbuh menjadi anak yang nakal dan pemalas. Ia sering membangkang kepada orang tuanya dan tidak suka bekerja.
Suatu hari, ibunya meminta Samosir mengantarkan makanan untuk ayahnya yang sedang bekerja di ladang.
Ibu: "Samosir, tolong antarkan makanan ini untuk ayahmu. Jangan bermain-main di jalan, ya!"
Samosir: "Iya, Bu. Aku akan langsung pergi."
Namun, di tengah perjalanan, Samosir bermain dengan teman-temannya dan melupakan tugasnya. Ia baru ingat ketika matahari mulai condong ke barat. Dengan terburu-buru, ia membawa makanan ke ladang, tetapi nasi dan lauknya sudah habis dimakan olehnya sendiri.
Ketika sampai di ladang, Toba yang sudah lapar seharian menunggu dengan penuh harap.
Toba: "Samosir, di mana makanan yang ibumu kirimkan? Aku sudah sangat lapar."
Samosir: (tersipu) "Maaf, Ayah… Aku tidak sengaja memakannya di jalan."
Mendengar pengakuan anaknya, Toba sangat marah dan kecewa.
Toba: "Kau ini benar-benar anak pemalas dan tidak tahu diri! Dasar anak ikan!"
Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, tiba-tiba langit menjadi gelap. Petir menyambar, angin bertiup kencang, dan hujan turun dengan deras. Sang istri yang melihat kejadian itu menangis sedih.
Ibu: "Toba! Kau telah melanggar sumpahmu! Aku harus pergi sekarang!"
Seketika, tubuh wanita itu berubah menjadi ikan dan melompat ke sungai. Samosir menangis dan berlari mencari ibunya, tetapi hujan semakin deras. Tak lama kemudian, air mulai naik, menggenangi desa, ladang, dan seluruh lembah.
Samosir: "Ibu! Ibu, jangan tinggalkan aku!"
Namun, semuanya sudah terlambat. Desa yang mereka tinggali berubah menjadi sebuah danau besar yang kini dikenal sebagai Danau Toba. Sedangkan Samosir, yang berdiri di atas sebuah bukit, selamat dan tanah tempatnya berdiri menjadi sebuah pulau yang kini disebut Pulau Samosir.
Sejak saat itu, legenda Danau Toba menjadi kisah yang diwariskan turun-temurun, mengajarkan tentang pentingnya menepati janji dan tidak mengingkari sumpah.
Slamet Riyadi
28 Juli 2025 20:27:50
Semoga kita bisa kerjasama bu. ...